KISAH PEDIHKU HINGGA MENEMUKAN KEBAHAGIAAN
Inilah
hidupku mungkin cerita ini dimulai ketika ayah dan ibuku bercerai , aku hidup
dengan ibu dirumah yang kecil dan sempit kehidupan ekonomiku dirumah pas-pasan
karena ibuku seorang buruh cuci dan setrika. Aku anak tunggal ayah dan ibuku
membesarkan aku hanya umur 15 tahun ini. Kini aku dan ibuku berjuang meratapi
nasib. Ayahku adalah seorang pemabuk dan suka main judi pulangnya larut malam .
dulunya ayahku orang yang taat pada agama yaitu muslim namun sekarang muslim
yang ada dihatinya telah hancur berkeping-keping tak ada lagi harapan tobat
untuknya. Tak kuasa ibuku menahan rasa sakit itu dan ibu menggugat cerai
ayahku, ibuk sudah tak kuat lagi dengan kelakuan ayahku sekarang ini dengan
perlakuan kasar tangan ayahku masalah itu sangat panjang dan aku tidak mau
mengembalikan masalah-masalah ayah dan ibuku.
Setiap kali
waktu malam aku tidak ada yang menemani selain genangan air mataku yang selalu
menetes dipipi. Entah kenapa aku sangat prihatin perjuangan ibuku, aku tak tau
harus bagaimana impianku selanjutnya aku mau masuk di SMA sedangkan zaman
sekarang biaya sekolah sangat mahal akankah ibuku bisa membiayai kehidupan
sekolahku sampai kejenjang yang lebih tinggi ataukah aku berhenti dari sekolah
dan aku bekerja . aku tak tau harus bagimana aku takut bicara pada masalah
sekolahku ini padanya.
Ya tuhan
berikan kami rezeki yang mampu untuk aku sekolah dan bisa menghidupkan ekonomi
keluarga aku dan ibuku. Aku ingin cita-citaku menjadi guru yang selalu
mengerjakan hal-hal terbaik dari semua anak-anak yang aku ajarkan dan aku ingin
ilmuku bisa berbagi dengan orang-orang yang aku ajarkan, tuhan apakah impian
cita-citaku akan terkubur dalam-dalam.
Setelah aku
mengalami proses tryout maupun ujian akhir nasional akhirnya saya lulus dengan
peringkat 2, walupun aku ingin berjuara 1 agar hati ibuku senang dengan
peringkat 1 itu peringkat 2 itu sudah cukup buat aku tapi aku trima dengan
keikhlasan hati. Disekolah tidak memberikan beasiswa untuk aku masuk jenjang
yang lebih tinggi karena disekolahku sangat sederhana sekali pas aku pindah
sekolah tsb, hanya saja diberikan uang 100 ribu dan aku trima. Aku ingin dapat
beasiswa karena aku ingin sekali ,jadi ibuku tidak memikirkan uang terlalu
banyak. Namun aku tidak berharap seperti, namun aku sedih memikir beribu-ribu
kali apakah cita-citaku terpendam aku tak ingin. setelah pulang dari wisuda Aku
jujur kepada ibuku :
Aku : ibu,
kehidupanku selanjutnya mau kemana ?
Ibu : bayu,
ibu harus bagaimana ibu masih menabung uang nak, namun akankah uang itu cukup
untuk biaya sekolahmu. ibu, bingung ibu tidak mau cita-citamu terpendam ibu tak
ingin nak. Sedangkan ibu sudah tua
Aku : bu,
bayu siap kok! Bekerja untuk menghasilkan uang sendiri, dan bisa membantu
meringankan beban ibu.
Ibu : bayu
emang kamu mau bekerja apa? Sudahlah biar ibu saja yang bekerja kamu tidak usah
bekerja urusin saja sekolahmu ibu masih kuat kok membiyai kamu hingga
cita-citamu tercapai.
Tanpa
berkata aku merungguk kepalaku beban nasib keluargaku dirumah sangatlah berat
saat ayah meninggalkan ibu dan ayahku tak mempunyai hati dan naluri . besoknya
aku masih berfikir sekolah dimana yang biaya terjangkau, namun
fasilitas-fasilitasnya yang nyaman , setelah berulang kali aku berfikir akhirnya
aku menemukan sekolah yang cocok denganku .
Setelah ibu
mempunyai hasil uang yang cukup buat kebutuhanku sekolahku aku sama ibu
disekolahan akhirnya cita-citaku tidak kandas . namun khayalanku apakah ibu
masih sanggup membiyai aku sampai ke jenjang yang lebih tinggi aku harus bisa
membagai waktu antara jam sekolah dan jam pekerjaanku namun aku harus kerja
apa?. Besoknya aku ikut dengan orang yang bekerja buruh bangunan sampai jam 7
malam disitu aku diberi makan hanya sebungkus nasi dan ayam.
Pekerjaan
itu masih kurahasiakan saat ibu bertanya kenapa selalu pulang sekolah jam 7 dan
aku bilang ada tambahan pelajaran dan juga tambahan extrakulikuler. Pekerjaanku
itu cukup untuk meringankan beban ibuku dan sebagian aku tabung.betapa capeknya
hidup ini namun aku tetap berikhtiar pada tuhan pasti impian cita-citaku
diwujudkan. 2 tahun kemudian saat aku kelas 2 yang akan memasuki kelas 3. Ibu
dulunya aku cintai namun dia sudah tidak ada lagi dibumi ini atau meninggal
dunia karena sakit hidupku sangatlah berat aku hidup sebatang kara.
Tak
mempunyai keluarga, ataupun kakak karena aku anak tunggal yang dilahirkan oleh
ayah dan ibu, namun semua sudah berakhir kini yang hidup hanya aku saja aku
berjuang demi hidupku sendri . keluargaku semua sudah pergi semua entah dimana
aku tak tau harus apa yang akan aku lakukan setelah memasuki kelas 3 aku masih
bekerja di buruh bangunan itu sudah jadi mall. Menyesal dan sedih itulah
hidupku kini setelah ditinggal ayah dan ibu aku masih bisa usaha lain seperti
jualan Koran walapun mengganggu sekolahku tapi aku masih bisa melakukan usaha
ini kusuksesan mulai dari 0 ibu akan senantiasa membantuku
Setelah aku
selesai dari bangunanku gaji terakhirku lumayan banyak itu semua aku langsung
bayar kebutuhan sekolahku dan aku masih bisa berjualan Koran tentunya untuk aku
makan setiap hari. Setelah mengalami beberapa proses akhirnya saya lulus dari
kelas 3 dari uangku sendiri aku harus bisa melanjutkan hidupku ke jenjang yang
lebih tinggi lagi tak tau kenapa aku harus bagaimana hidupku sangat pedih tak
ada seseorang yang aku kenali aku masih mempunyai uang cukup untuk aku sekolah
diuniversitas tak ada kata menyerah dihidupku aku juga bekerja sebagai cleaning
service dirumah sakit segala aspek pekerjaan yang pernah aku jajali itu semua
dari kebutuhanku sendiri.
Aku
mengambil jurusan S1 karena biaya selanjutnya akan tambah menambah biaya yang
luar biasa, uangku akhirnya tercukupi karena bantuan dari tuhan dan juga ibuku
yang selalu membantuku. Tak sekiranya impianku menjadi guru sudah dimulai aku
tak tau segitu secepatnya aku mendpatakan pekerjaan gru tsb, beberapa tahun
kemudian aku sudah mempunyai motor, rumah karena dari kerjaku sendiri. Hidup
lamaku akan aku simpan dimemori terpedih yang aku rasakan aku meratapi
kebahagiaan tanpa kehadiran seorang ibu , tabah dan sabar itu kunciku. Kebahagiaan
itu akan ku rasakan sebagai wujud keberhasilanku saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar